gerakan muhammadiyah dalam bidang sosial dan pendidikan

Peran Muhammadiyah sebagai gerakan sosial dan pendidikan

Pendidikan yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah merupakan salah satu dari bentuk dan jenis Amal Usaha Persyarikatan, yang struktur kelembagaannya bersifat formal, berjenjang dari tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Adapun bentuk, jenis, dan tingkat pendidikan Muhammadiyah itu pada hakikatnya merupakan perwujudan  dari pengem-bangan misi Muhammadiyah khususnya dalam bidang pendidikan, yang terkait secara substansial dengan pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Quran dan Sunnah sebagaimana menjadi paham agama dalam Muhammadiyah, maupun secara kesejahteraan terkait pula dengan gagasan-gagasan dasar K.H. Ahmad Dahlan dalam merintis dan membangun pendidikan Muhammadiyah.
 Pendidikan Muhammadiyah memiliki keterkaitan dengan keprihatinan pendiri Muhammadiyah yang berkaitan dengan
(1) ajaran Islam dilaksanakan tidak secara murni bersumber pada Al-Quran dan Sunnah, bahkan tercampur dengan praktik-praktik syirik, bid’ah, dan khurafat;
(2) lembaga-lembaga pendidikan Islam tidak lagi dapat memenuhi  tuntutan jaman  akibat  dari  pengaruh  luar dan,
(3) keadaan umat Islam yang sangat menyedihkan  dalam bidang sosial, ekonomi, politik, kultural, sebagai akibat dari penjajahan.
Sehingga Muhammadiyah memiliki komitmen untuk (1) mengembalikan amal dan perjuangan umat Islam pada sumber Al-Quran dan  Hadits  yang  shahih, serta bersih  dari syirik,    bid’ah,    dan   khurafat;  (2) menafsirkan ajaran-ajaran Islam dengan alam pikiran modern; (3) mempengaruhi sistem pendidikan Islam secara modern sesuai dengan kehendak dan kemajukan zaman; dan, (4) membebaskan umat dari ikatan-ikatan tradisionalisme, konservatifisme, sikap taklid, dan formalisme yang membelenggu kehidupan umat (Wahid, dalam Rais 1985:13)
            K.H. Ahmad Dahlan merintis usaha pengembangan sistem pendidikan Islam modern yang kemudian menjadi alam pikiran umat Islam di belakang hari, karena melihat dualisme pendidikan yang diterapkan di Indonesia pada masa kolonial. Di satu fihak terdapat sistem pendidikan pondok pesantren di lingkungan umat Islam yang tradisional dan terisolasi dari perkembangan jaman, di pihak lain terdapat sistem pendidikan Barat yang diselenggarakan pemerintah kolonial Belanda yang sekuler yang sejak tahun 1817 melarang agama diajarkan di sekolah-sekolah pemerintah kolonial.
 Dalam pandangan K.H. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah perlu mengembangkan pendidikan Islam yang dapat melahirkan
(1) manusia yang alim dalam ilmu agama,
 (2) yang berpandangan luas, dengan memiliki ilmu pengetahuan umum,
 (3) siap berjuang mengabdi untuk kegiatan Muhammadiyah dalam menyantuni nilai-nilai keutamaan pada masyarakat (Rosyidi, 1984:49).
Sejak itu terus dikembangkan pendidikan Muhammadiyah, dan secara konsepsional pada tahun 1975 dirumuskan tujuan pendidikan Muhammadiyah sebagai berikut:
 (1) terwujudnya pada diri sendiri, dan berguna bagi masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, dan
 (2) memajukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk pembangunan masyarakat dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Tujuan Pendidikan Muhammadiyah tersebut kemudian disempurnakan rumusan redaksionalnya yang disesuaikan dengan adanya perubahan rumusan tujuan Muhammadiyah pada tahun 1985.
Gerakan Pasyarikatan Muhammadiyah tepat hari ini telah berusia 100 tahun atau 1 abad tepatnya , usia yang sungguh sangat tua dan sebuah organisasi yang hebat karena mampu bertahan di tengah gejolak perubahan zaman. Muhammadiyah yang lahir sebagai organisasi amar ma’ruf nahi mungkar menyeru kepada yang baik dan mencegah kepada yang mungkar . Dan juga tujuan utama Muhammadiyah didirikan untuk pemurnian agama islam , karena banyaknya penyimpangan yang membuat ajaran islam bercampur baur dengan kebiasaan dan adat istiadat didaerah tertentu .
Dalam satu abad gerkan ini telah begitu banyak prestasi dan keberhasilan yang diukir oleh gerakan ini. Dengan tidak menyombongkan, Muhammadiyah telah berhasil membangun peradaban di Indonesia ini. Muhammadiyah tidak hanya dikenal sebagai organisasi  dakwah islam saja ,namun gerakan Muhammadiyah ini juga membawa pembaruan dan perubahan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan Kesejahtraan Sosial demi terwujudnya masyarakat yang rahmatan lil alamin. Di bidang Pendidikan tidak bisa kita pungkiri telah banyak sekolah dibangun oleh Muhammadiyah mulai dari TK,SD, SMP/MtSN, SMA/MAN dan Universitas.Di bidang Kesehatan ada begitu banyak juga rumah sakit Muhammadiyah dan Balai pengobatan Muhammadiyah . Dalam bidang sosial juga ada panti asuhan Muhammadiyah ,dan begitu banyak lagi amal usaha dari Muhammadiyah yang kesemua itu menunjukkan bukti nyata kepada masyarakat bahwa misi gerakan Muhammadiyah yang amaliah untuk kemajuan dan pencerahan yang membawa pada kemaslahatan masyarakat yang seluas-luasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar